Pribumi akan tersingkir jika Jakarta dan kota besar lainya dikuasai Cina
Pribumi akan tersingkir jika Jakarta dan kota besar lainya dikuasai Cina

Pribumi akan tersingkir jika Jakarta dan kota besar lainya dikuasai Cina

Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing.



Cuplikan berita :
Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing.

Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. (harianterbit)

Impor lima komoditas pangan strategis yang mencakup beras, gandum, jagung, kedelai, dan gula diproyeksikan mencapai 20,70 juta ton atau senilai US$ 5,43 miliar (Rp 71,85 triliun) tahun 2015. Meski dari sisi nilai merosot 34 persen dari tahun 2014 sebesar US$ 8,21 miliar akibat menurunnya harga komoditas di pasar internasional, volume impor naik dibanding tahun lalu 20,30 juta ton. (beritasatu)

Jika Ahok Gubernur Lagi, Jakarta Akan Dikuasai Cina Dengan Menyingkirkan Pribumi.

“Jakarta juga akan menjadi kota mahal seperti Singapura sehingga tidak mungkin didiami oleh orang-orang dengan penghasilan pas-pasan apalagi berpenghasilan rendah,” kata @nazarsjamsuddin dalam akun twitternya..

Selain itu, Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin juga memprediksi bila pribumi tersingkirkan dari Ibukota, maka politik akan dikuasai pula oleh golongan Cina yang sudah menguasai ibukota.

Di bawah ini merupakan kutipan lengkap kultwit Prof Nazaruddin tentang prediksi masa depan DKI Jakarta yang dimuat dalam artikel berjudul “Ketika Pribumi Di Jakarta Tersingkirkan Oleh Etnis China Seperti Halnya Di Singapura” by @NazarSjamsuddin yang diterbirkan di https://chirpstory.com/li/300740

1. Friends, ayo kita bincang2 ttg perkembangan kota Jakarta di masa depan yg tdk terlalu jauh, dan lingkungan politiknya.

2. Dlm 10 tahun ke depan, menurut saya, Jkt punya potensi untuk berkembang dan maju seperti S’pore. Mungkin Jkt akan menjadi S’pore kedua.

3. Lihatlah bgmn S’pore hari ini: lingkungannya sangat teratur dan cantik, tertata dg baik, udaranya bersih dan perumahan tdk kumuh.

4. Kotanya sangat aman, kehadiran polisi sangat terasa 24 jam. Jarang ada gangguan keamanan. Berita perampokan jadi sangat menghebohkan.

5. Jalanan tdk macet dan aturan lalin dipatuhi, termasuk tdk ada supir atau penumpang mobil yg buka jendela lalu buang sampah seenaknya.

6. Pedestriannya bagus, fungsional dan sangat nyaman bagi pejalan kaki; tdk ada warung atau org cuci mobil atau tambal ban di trotoar.

7. Semua itu bisa terjadi lantaran hukum benar2 ditegakkan. Kalau ada warga dan pendatang berani melanggar hukum, minimal akan kena denda.

8. Karena itu org sering memplesetkan julukan S’pore “a fine city” (kota cantik) menjadi “kota denda”. Ancaman denda yg mahal ada di mana2

9. Buang sampah sembarangan kena denda. Makan permen karet saja pasti didenda; karena itu tdk ada org yg jual permen karet di sana.

10. Bahkan warga yg ke Johor (Malaysia) dg mobil, kembalinya dilarang mengisi tangki mobil dg penuh. Yg berani langgar, tahu sendiri.

11. Itu karena harga bensin di Malaysia lbh murah daripada di S’pore.

12. Saking ketatnya hukum di sana, org tdk berani melanggar. Bayangkan sj, org Indonesia begitu sampai di S’pore langsung taat hukum! Hehe.

13. Betapa tdk, hukum S’pore tdk pandang bulu. Dulu pernah ada bocah AS mencoret2 mobil org di parkiran, dia kena ancaman hukuman cambuk.
 
Pilih sistem komentar sesuai akun anda ▼
Blogger

No comments

» Komentar anda sangat berguna untuk peningkatan mutu artikel
» Terima kasih bagi yang sudah menulis komentar.